Hukum di Singapura

Hukum di Singapura adalah sistem aturan yang mengatur hubungan, hak, kewajiban, sengketa, dan pelanggaran di negara tersebut. Hukum ini mencakup ketenagakerjaan, status imigrasi, dugaan tindak pidana, pembelian dan layanan, kontrak, utang, kerusakan properti, serta tuntutan perdata lainnya. Berbagai otoritas, pengadilan, tribunal, dan proses mediasi menangani hal-hal tersebut.

hukum perburuhan

Hukum ketenagakerjaan di Singapura menetapkan aturan dasar untuk hubungan antara pemberi kerja dan karyawan. Cakupannya meliputi ketentuan tertulis, upah, jam kerja, cuti, keselamatan kerja, disiplin, dan berakhirnya pekerjaan. Singapura juga menggunakan proses Ministry of Manpower dan panduan tripartit di tempat kerja untuk membantu menyelesaikan masalah.

Hukum imigrasi

Hukum imigrasi di Singapura mengatur siapa yang boleh masuk, tinggal, belajar, bekerja, atau menetap di negara tersebut. Sistemnya menggunakan izin dan pas yang terutama dikelola oleh Otoritas Imigrasi dan Pos Pemeriksaan serta Kementerian Tenaga Kerja. Status imigrasi di Singapura bergantung pada tujuan tinggal dan ketentuan yang melekat pada pas tertentu.

Hak untuk tinggal

Hukum pidana

Hukum pidana di Singapura mendefinisikan tindak pidana, kewenangan polisi, prosedur pengadilan, dan kemungkinan hukuman. Sistemnya dapat melibatkan Singapore Police Force, Attorney-General's Chambers, State Courts, dan High Court. Orang yang dituduh melakukan tindak pidana tidak sama dengan orang yang dinyatakan bersalah.

Perlindungan konsumen

Perlindungan konsumen di Singapura membantu pembeli menangani praktik tidak adil, barang cacat, layanan buruk, dan perilaku penjualan yang menyesatkan. Kerangka utamanya mencakup Consumer Protection Fair Trading Act, penanganan keluhan oleh pelaku usaha, mediasi, dan Small Claims Tribunals. Singapura tidak memberikan hak otomatis kepada setiap pembeli untuk mengembalikan pembelian yang tidak diinginkan.

Hukum perdata

Hukum perdata di Singapura menangani sengketa antara orang, pelaku usaha, dan organisasi, bukan hukuman pidana oleh negara. Cakupannya meliputi kontrak, utang yang belum dibayar, kerusakan properti, kelalaian, dan banyak tuntutan perdata lainnya. Singapura menggunakan State Courts, High Court, tribunal khusus, dan mediasi untuk menyelesaikan sengketa perdata.

VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.