Bekerja di Brunei

Kerja di Brunei merangkumi pekerjaan di bawah majikan, tanggungjawab majikan, pengangguran, keadaan pasaran buruh, profesion dan aktiviti perniagaan. Pada 2025, tenaga buruh Brunei berjumlah sekitar 232,000 orang, dengan kadar penyertaan tenaga buruh sebanyak 66.5 peratus dan kadar pengangguran sebanyak 5.0 peratus; pada 2024, 69.8 peratus orang yang bekerja berada dalam sektor swasta dan 30.2 peratus dalam sektor awam. Akses dan kewajipan bergantung pada sama ada seseorang ialah pekerja, majikan, pencari kerja, profesional atau pemilik perniagaan, dan pekerja asing lazimnya memerlukan kelulusan yang diuruskan majikan serta dikaitkan dengan pekerjaan tersebut.

Karajo

Pekerjaan bergantung di Brunei meliputi mancari karajo, kontrak kerja, upah, jo kehidupan kerja. Proses berakhir saat pemutusan atau kontrak habis, dan mungkin memerlukan pembatalan pas kerja. Karajo swasta sering melalui PPB, sedangkan jabatan pemerintah melalui PSC. Pekerja asing memerlukan proses persetujuan nan dipimpin majikan.

Majikan

Majikan di Brunei mengatur pekerjaan, merekrut pekerja, membayar upah, jo memikul tanggung jawab atas jam kerja, pencatatan, keselamatan, jo kesehatan. Majikan mencakup perusahaan swasta, pemerintah atau badan hukum, serta rumah tangga pribadi nan bertindak sebagai majikan. Tanggung jawab dibagi di antara beberapa lembaga, terutama Departemen Tenaga Kerja, JobCentre Brunei, SHENA, TAP, otoritas imigrasi, jo pendaftar perusahaan jo nama usaha (ROCBN). Syarat bergantung antara lain ka kategori pekerja, sektor, kontrak, jo bentuk majikan.

Pengangguran

Pengangguran di Brunei berarti suatu masa tanpa pekerjaan berupah saat seseorang mancari karajo jo siap mulai; orang dengan tanggal mulai nan sudah dipastikan mungkin dihitung berbeda dalam statistik resmi. Tidak ado bukti skema asuransi pengangguran langsung atau pambayaran tunai otomatis hanya karena menganggur. Dukungan menggabungkan pencocokan lowongan JobCentre Brunei, bantuan sosial terarah, perlindungan hukum tenaga kerja, jo program transisi.

Pasar Karajo

Pada 2025, angkatan kerja Brunei berjumlah sekitar 232,000 orang; tingkat partisipasi angkatan kerja 66.5 persen dan tingkat pengangguran 5.0 persen. Pada 2024, 69.8 persen orang nan bekerja berada di sektor swasta dan 30.2 persen di sektor publik. Perdagangan, konstruksi, administrasi publik, jasa, teknologi informasi jo komunikasi, serta pekerjaan teknis membentuk lapangan kerja jo perubahannyo.

Profesi

Profesi di Brunei mencakup administrasi publik, energi, konstruksi jo rekayasa, manufaktur, perdagangan, keuangan, ICT, transportasi, kesehatan, pendidikan, perhotelan, pertanian, jo layanan profesional. Dalam profil pekerjaan lengkap terbaru tahun 2024, ado 222,700 urang umur 15 tahun ka ateh nan bekerja; pekerja layanan jo penjualan kelompok nan paliang banyak, 51,100 urang, disusul profesional 39,700 urang jo teknisi serta profesional madya 33,000 urang. Cara masuk tagantuang ka profesi: pemberi kerja bisa menilai keterampilan jo pengalaman, sementara pekerjaan nan diatur mamarlukan pengakuan kualifikasi, registrasi, jo sertifikat atau lisensi praktik. Akses pekerja lokal jo asing juo babeda karano Brunei memprioritaskan perekrutan lokal jo mangaitkan izin pekerja asing ka pemberi kerja, profesi, jo tujuan tertentu.

Bisnis

Bisnis di Brunei bisa dibentuk sabagai Usaha Milik Tunggal, Kemitraan, perusahaan, atau cabang perusahaan asing. Pilihan iko mamangaruhi tanggung jawab pribadi, kepemilikan, pendaftaran, pajak, jo kewajiban pelaporan lanjutan. Pendaftaran ka Registry of Companies and Business Names (ROCBN) lewat One Common Portal (OCP) indak otomatis mambari izin satiok kegiatan, karano mungkin paralu persetujuan lokasi jo sektor.

VivAVia can make mistakes. Check important information.