Sistem ketenagakerjaan Somalia mencakup pekerjaan formal, pekerjaan informal, kerja mandiri, dan kegiatan usaha. Somali Labour Code Law No. 36 of 2024 mengatur hubungan kerja, termasuk kontrak, upah, waktu kerja, cuti, keselamatan di tempat kerja, diskriminasi, dan pemutusan hubungan kerja. Akses praktis ke pekerjaan formal dan layanan kerja berbeda menurut lokasi, dan jaringan lokal tetap berperan penting dalam perekrutan. Pemberi kerja merekrut dan mengelola pekerja, membayar upah yang disepakati, serta menyediakan tempat kerja yang aman. Tanggung jawab mereka dibagi antara badan federal dan badan Negara Anggota Federal (Federal Member State). Perusahaan kecil mendominasi kegiatan usaha formal: sekitar 97% perusahaan formal memiliki satu hingga sembilan pekerja, dan sekitar 91% merupakan usaha perseorangan. Pendaftaran usaha biasanya melibatkan Kementerian Perdagangan dan Industri, pemesanan nama, dokumen pendirian, dan izin usaha, dengan persetujuan pajak, bea cukai, atau sektor yang diperlukan jika relevan. Prosedur federal, negara bagian, dan kota belum sepenuhnya diselaraskan. Pasar tenaga kerja masih terfragmentasi. Pada 2022, 25.9% penduduk berusia 15 tahun ke atas berpartisipasi dalam pasar tenaga kerja, tingkat pengangguran sebesar 16.3%, dan pengangguran kaum muda sebesar 30.1%. Sekitar 91.7% pekerjaan bersifat informal pada 2022. Survei angkatan kerja 2019 mengukur pengangguran sebagai keadaan tidak bekerja pada minggu sebelumnya tetapi siap bekerja, dengan definisi longgar yang tidak mewajibkan pencarian kerja aktif. Angka-angkanya tidak mencakup penduduk nomaden dan wilayah yang tidak aman atau tidak dapat diakses, sehingga tidak memberikan perkiraan nasional terkini yang lengkap. Tidak ada bukti tentang asuransi pengangguran atau tunjangan pengangguran nasional di Somalia, sementara National Employment Service Center menyediakan pencocokan pekerjaan dan dukungan kesiapan kerja. Orang memasuki profesi melalui pendidikan universitas atau perguruan tinggi, pendidikan dan pelatihan teknis serta vokasi, kursus singkat, pemagangan, pembelajaran di tempat kerja, atau transfer keterampilan secara informal. Beberapa sektor mensyaratkan pendaftaran atau perizinan formal, sedangkan pekerjaan lain terutama bergantung pada pemberi kerja, penyedia, atau keterampilan praktis yang telah dibuktikan. Karena itu, jalur yang sesuai bergantung pada pekerjaan yang dituju, lokasi, bentuk hubungan kerja, dan apakah kegiatan tersebut tetap informal atau dijalankan sebagai usaha terdaftar.
Pekerjaan di Somalia
Pekerjaan di Somalia mencakup hubungan kerja, menjalankan usaha, bekerja mandiri, pengangguran, profesi, dan pasar tenaga kerja secara luas. Hubungan kerja formal diatur oleh Somali Labour Code Law No. 36 of 2024, yang mulai berlaku pada 4 Februari 2025, sementara pekerjaan informal masih tersebar luas. Pilihan pekerjaan berkisar dari penggembalaan ternak, pertanian, dan perikanan hingga perdagangan, jasa, konstruksi, pendidikan, kesehatan, teknologi, dan penerbangan.
Pilih bentuk kerja yang sesuai dengan kegiatan, lokasi, dan pekerjaan yang benar-benar akan dilakukan, lalu pastikan persyaratan upah, perlindungan, pendaftaran, dan persetujuannya. Jangan menganggap bahwa peluang informal, usaha terdaftar, atau keterampilan profesional otomatis memberi hak, kestabilan, atau akses kerja yang sama. Gunakan National Employment Service Center jika memerlukan pencocokan pekerjaan atau dukungan kesiapan kerja.
pekerjaan
Pekerjaan di Somalia berada dalam kerangka nasional formal, tetapi pekerjaan informal masih tersebar luas. Undang-Undang Ketenagakerjaan Somalia No. 36 Tahun 2024 mulai berlaku pada 4 Februari 2025 dan mengatur hubungan kerja, termasuk kontrak, upah, jam kerja, cuti, keselamatan, diskriminasi, dan pemutusan hubungan kerja. Akses ke layanan kerja formal berbeda menurut lokasi, sementara perekrutan informal, usaha mandiri, dan jaringan setempat tetap penting.
Pemberi pekerjaan
Pemberi kerja di Somalia, yang dalam bahasa Somali disebut loo shaqeeye, mempekerjakan dan mengelola shaqaale atau pekerja, membayar upah yang disepakati, serta menyediakan tempat kerja yang aman. Tanggung jawab pemberi kerja dibagi antara badan federal dan Negara Anggota Federal, sementara praktiknya masih terpecah karena sekitar 91,7% pekerjaan pada 2022 bersifat informal. Sekitar 97% perusahaan formal memiliki 1–9 pekerja dan sekitar 91% adalah usaha perseorangan.
Pengangguran
Pengangguran di Somalia diukur sebagai keadaan tidak bekerja selama minggu sebelumnya tetapi siap bekerja; survei angkatan kerja 2019 menggunakan definisi longgar yang tidak mensyaratkan aktivitas mencari kerja. Belum ada bukti asuransi atau tunjangan pengangguran nasional di Somalia, sementara Pusat Layanan Ketenagakerjaan Nasional (NESC) menyediakan pencocokan kerja dan dukungan kesiapan kerja. Angka angkatan kerja nasional terbaru yang dikutip berasal dari 2019 dan mengecualikan penduduk nomaden serta wilayah yang tidak aman atau tidak dapat dijangkau, sehingga tidak mewakili perkiraan nasional lengkap saat ini.
Pasar tenaga kerja
Pasar kerja Somalia luas tetapi terpecah-pecah, dengan partisipasi rendah, pekerjaan informal yang meluas, dan data andal yang terbatas. Pada 2022, 25,9% penduduk berusia 15 tahun ke atas berpartisipasi dalam pasar kerja, sementara tingkat pengangguran 16,3% dan pengangguran kaum muda 30,1%. Perdagangan, jasa, usaha kecil, dan usaha mandiri menyediakan banyak pekerjaan yang tersedia, sementara pekerjaan formal tetap terbatas.
Profesi
Profesi di Somalia mencakup peternakan nomaden, pertanian, dan perikanan hingga konstruksi, transportasi, pendidikan, kesehatan, administrasi, perdagangan, teknologi, dan penerbangan. Orang memasuki profesi tersebut melalui studi universitas atau perguruan tinggi, pendidikan dan pelatihan teknis dan kejuruan (TVET), kursus singkat, magang, pembelajaran di tempat kerja, atau transfer keterampilan informal. Pendaftaran atau perizinan formal berlaku di sebagian sektor, sedangkan banyak pekerjaan terutama bergantung pada pemberi kerja, penyedia, atau keterampilan praktis yang terbukti.
Kewiraswastaan
Usaha di Somalia mencakup kerja mandiri dan usaha rumah tangga informal hingga perusahaan terdaftar. Pendaftaran formal biasanya melibatkan Kementerian Perdagangan dan Industri, pemesanan nama, dokumen pendirian, izin usaha, serta persetujuan pajak, bea cukai dan sektor terkait jika diperlukan. Persyaratan federal, negara bagian, dan kota belum sepenuhnya selaras, sehingga proses praktis bergantung pada lokasi dan kegiatan usaha.
VivAVia dapat membuat kesalahan. Periksa informasi penting.

